Apa Itu Subdomain Takeover, Cara Kerjanya, Dan Bagaimana Anda Dapat Melindungi Situs Web Anda?

Subdomain Takeover: Ancaman Keamanan yang Tidak Dapat Anda Abaikan



Subdomain adalah bagian penting dari struktur domain, yang memungkinkan pemilik situs web membuat beberapa alamat web untuk tujuan yang berbeda. Mereka biasanya digunakan untuk memisahkan berbagai bagian situs web seperti blog, situs e-niaga, dan halaman statis. Namun, mereka juga dapat digunakan untuk memberikan identitas unik ke bagian tertentu dari sebuah situs web.

Meskipun subdomain menawarkan banyak keuntungan bagi pemilik situs web, subdomain juga dapat dieksploitasi oleh peretas untuk mendapatkan akses tidak sah ke sumber daya penting. Salah satu ancaman tersebut adalah subdomain takeover. Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu subdomain takeover, cara kerjanya, dan bagaimana Anda dapat melindungi situs web Anda darinya.

Apa Itu Subdomain Takeover?

Subdomain takeover adalah jenis kerentanan keamanan yang memungkinkan penyerang mengambil kendali subdomain dengan mengeksploitasi entri DNS yang salah konfigurasi. DNS (Sistem Nama Domain) bertanggung jawab untuk memetakan nama domain ke alamat IP yang sesuai, yang dapat dipahami komputer. Catatan DNS berisi informasi tentang otoritas nama domain, alamat IP server yang menghosting situs web, dan detail lainnya.

Dalam serangan subdomain takeover, penyerang menemukan subdomain yang tidak lagi digunakan dan memiliki catatan DNS yang kedaluwarsa. Mereka kemudian mendaftarkan subdomain dan membuat catatan DNS baru yang menunjuk ke server mereka sendiri. Jika penyerang berhasil, mereka dapat mengarahkan lalu lintas ke server mereka sendiri, mencegat informasi sensitif, dan meluncurkan serangan lebih lanjut di situs web.

Bagaimana Cara Kerja Subdomain Takeover?

Subdomain takeover bekerja dengan mengeksploitasi kerentanan dalam infrastruktur DNS. Saat pemilik domain membuat subdomain, mereka harus membuat catatan DNS yang memetakan nama subdomain ke alamat IP server tempat situs web dihosting. Jika catatan DNS salah dikonfigurasi atau kedaluwarsa, penyerang dapat mengeksploitasinya untuk mendaftarkan subdomain.

Misalnya, pemilik situs web membuat subdomain bernama blog.mysite.com, tetapi data DNS untuk subdomain tersebut salah dikonfigurasi atau kedaluwarsa. Dalam hal ini, penyerang dapat mendaftarkan subdomain dan mengarahkannya ke server mereka sendiri, melewati langkah-langkah keamanan situs web.

Setelah penyerang menguasai subdomain, mereka dapat meluncurkan serangan di situs web utama, mencuri informasi sensitif pengguna, dan membahayakan keamanan situs web.

Bagaimana Melindungi Website Anda Dari Subdomain Takeover?

Untuk melindungi situs web Anda dari serangan subdomain Takeover, pemilik situs web harus mengikuti pedoman berikut:

1. Secara teratur memantau catatan DNS

Pemilik situs web harus secara teratur memantau catatan DNS mereka untuk mendeteksi catatan DNS yang salah dikonfigurasi atau kedaluwarsa.

2. Nonaktifkan subdomain yang tidak digunakan

Pemilik situs web harus menonaktifkan subdomain apa pun yang tidak lagi digunakan untuk mencegah penyerang mengeksploitasinya.

3. Gunakan data CNAME

Pemilik situs web harus menggunakan data CNAME (Nama Kanonis), bukan data A (Alamat), untuk memetakan subdomain ke alamat IP yang sesuai. Catatan CNAME tidak dapat dieksploitasi oleh penyerang karena mereka hanya mengalihkan lalu lintas ke domain asli.

4. Gunakan DNSSEC

Pemilik domain harus mengaktifkan DNSSEC (Ekstensi Keamanan Sistem Nama Domain) untuk melindungi infrastruktur DNS mereka dari serangan seperti spoofing DNS.

5. Melakukan audit keamanan secara rutin

Pemilik situs web harus melakukan audit keamanan secara rutin untuk mengidentifikasi kerentanan yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang.

Kesimpulan

Subdomain takeover adalah ancaman keamanan parah yang dapat membahayakan keamanan situs web Anda jika tidak terdeteksi dan dicegah tepat waktu. Pemilik situs web harus mengambil tindakan proaktif untuk mengamankan infrastruktur DNS mereka dan secara teratur memantau catatan DNS mereka untuk mencegah penyerang mengeksploitasi catatan DNS yang salah konfigurasi atau kedaluwarsa. Dengan tindakan pencegahan yang memadai dan intervensi tepat waktu, Anda dapat melindungi situs web Anda dari serangan subdomain takeover.

0 Komentar