Bypass Filter Uploader Dengan .Htaccess


Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan bypass filter uploader dengan .htaccess

Dalam dunia internet, banyak terdapat website yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah berbagai macam file. Namun, terkadang ada beberapa peraturan atau pembatasan yang diterapkan oleh website tersebut, seperti misalnya ukuran file yang harus diunggah atau jenis file apa saja yang diperbolehkan untuk diupload.

Namun, dengan menggunakan .htaccess file, pengguna bisa melakukan bypass filter uploader dengan cara mengubah beberapa pengaturan yang ada di dalam file tersebut. .htaccess adalah sebuah file konfigurasi yang digunakan pada server Apache yang berfungsi untuk mengatur banyak opsi server. Dalam kasus ini, .htaccess digunakan untuk mengubah pengaturan upload file pada website.

Langkah Pertama: Buat .htaccess file

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat file .htaccess. Untuk membuat file .htaccess, pengguna dapat menggunakan aplikasi text editor seperti Notepad atau Sublime Text.

Langkah Kedua: Isi file .htaccess dengan kode bypass

Setelah file .htaccess dibuat, pengguna sekarang perlu mengisi file tersebut dengan kode bypass yang sesuai dengan yang dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa contoh kode bypass untuk beberapa pembatasan atau peraturan yang sering diterapkan oleh website.

Bypass Ukuran File

Untuk mengubah pembatasan ukuran file yang diupload, pengguna harus menambahkan kode berikut pada file .htaccess:


php_value upload_max_filesize 20M
php_value post_max_size 20M


Kode ini akan mengubah maksimal ukuran file yang diupload menjadi 20 Megabyte.

Bypass Jenis File

Untuk mengubah jenis file yang dapat diupload, pengguna harus menambahkan kode berikut pada file .htaccess:


<FilesMatch ".(php|shtml|phtml)$">
Header set Content-Disposition "attachment"
</FilesMatch>


Dalam contoh ini, file .htaccess akan mengijinkan pengguna untuk mengupload file dengan jenis .php, .shtml, dan .phtml.

Bypass Waktu Eksekusi

Untuk mengubah waktu eksekusi pada server, pengguna dapat menambahkan kode berikut pada file .htaccess:


php_value max_execution_time 120


Kode ini akan mengubah waktu eksekusi menjadi 120 detik.

Bypass Direktori

Untuk mengubah direktori default tempat file diupload disimpan, pengguna dapat menambahkan kode berikut pada file .htaccess:


php_value upload_tmp_dir /home/username/tmp


Kode ini akan membuat direktori baru dengan nama tmp di dalam direktori home/usernamenya untuk menyimpan file yang diupload.

Langkah Ketiga: Simpan file .htaccess

Setelah selesai mengisi kode bypass pada file .htaccess, pengguna harus menyimpan file tersebut dengan nama .htaccess dan pastikan file tersebut diupload ke server hosting.

Bypass uploading menggunakan .htaccess adalah cara yang efektif untuk mengubah pembatasan atau peraturan upload file pada website.

0 Komentar